Sabtu, 08 Desember 2012

Kelebihan Dan Kekurangan Sains


KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SAINS








Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah “Filsafat Pendidikan”
Dosen Penyaji : Dra. Lilis Madyawati
Disusun Oleh :
1.        
2.       
3.       


S1 – PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
TAHUN AKADEMIK 2012/2013
i
DAFTAR ISI
Halaman Judul.......................................................................................................i
Motto....................................................................................................................ii
Kata Pengantar.....................................................................................................iii
Daftar Isi..............................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................1
A.    Latar Belakang Masalah.......................................................................1
B.     Tujuan Penyusunan Makalah...............................................................2
C.     Perumusan Masalah..............................................................................2
D.    Batasan Masalah...................................................................................2
E.     Sistematika Penyusunan Makalah........................................................3
BAB II PEMBAHASAN.....................................................................................4
A.    Definisi Sains (Pengetahuan)................................................................4
B.     Karakteristik Sains................................................................................5
C.     Ruang Lingkup Sains............................................................................6
D.    Kelebihan dan Kekurangan Sains.........................................................8
BAB III PENUTUP.............................................................................................11
A.    Kesimpulan............................................................................................11
B.     Saran......................................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................12




iv
MOTTO



“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan cercaan. Alloh Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (Q.S Al Baqaroh : 263)

“Sesuatu yang ditinggalkan (didermakan) seseorang didunia karena ikhlas kepada-Nya, maka Alloh akan memberinya sesuatu yang lebih baik diakhirat nanti.”
“Bertetangga yang baik bukanlah jika kamu tidak pernah menyakiti tetanggamu, akan tetapi bertetangga yang baik adalah yang selalu bersabar menghadapi sikap tetangga yang menyakitimu.” (Mutiara perkataan Asy Sya’bi; Ibny Abdullah bin Syaharil bin Abdu Asy Sya’bi Abu Amr Al Kufi)

“Orang yang banyak mengingat kematian akan lebih mulia dengan 3 hal : segera bertobat, hati yang qonaah, dan semangat dalam ibadah. Adapun orang yang lupa dan mengingat kematian akan tertimpa 3 hal : menunda tobat, tidak pernah ridho dengan penghidupan, serta malas dalam beribadah.” (Ad Dagag)

“Sesungguhnya Alloh SWT akan mengangkat derajat sebagian kaum dengan ilmu atau Al Quran dan menghinakan sebagian yang lain dengannya pula.” (Al-A’Masy; Sulaiman bin mihran)



ii
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, Segala puji dan rasa syukur kehadirat Alloh SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami sehingga terselesaikannya tugas makalah “Filsafat Pendidikan” yang ditugaskan oleh Dosen Penyaji Materi Ibu Dra. Lilis Madyawati, M. Si.
Dengan adanya tugas makalah ini, kami merasa termotivasi untuk belajar dan menambah wawasan maupun pengetahuan tentang materi kuliah yang bisa kami ambil dari sumber buku maupun referensi lainnya.
Hakikat hidup selain ibadah adalah mengejar impian dancita-cita. Dengan impian dan cita-cita seseorang memiliki semangat. Bila ada sesuatu yang ingin dicapai, hidup akan terasa semakin bergairah. Maka carilah impian hidup kamu sekalian dan bekerja keraslah untuk mencapainya.
Kawanku sekalian, marilah kejar impian itu dengan semangat belajar tinggi. Insya Alloh, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG sebagai ajang pendidikan dan pelatihan kita akan mewujudkan apa yang kita cita-cita dan impikan. Amien Ya Robbal’Alamien.
Akhirul kalam, kami ucapkan banyak terimakasih dan semoga makalah ini menjadi salahsatu yang memenuhi kriteria dan bermanfaat. Billahi Taufik Wal Hidayah.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Purworejo, Oktober 2012
       Tim Penyusun

iii
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN SAINS
BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Kita dapat menikmati berbagai fakta dan peristiwa sepanjang waktu dan sejarah hidup kita. Kita dapat mengetahui berbagai realitas itu melalui bermacam-macam pengalaman yang kita lalui dalam hidup kita. Apakah pengetahuan itu sendiri terbentuk dalam dirinya dan terbatas oleh apa yang dapat disentuh oleh panca indera kita. Apakah panca indera kita dapat menyentuh realitas itu sesungguhnya? Ataukah mungkin kita hanya menangkap gambarannya saja? Atau apakah kita punya instrumen yang kukuh untuk memampukan kita menemukan sains(pengetahuan) yang benar itu sesungguhnya? Apakah pengetahuan itu sesungguhnya? Apakah ada sumber pengetahuan dari subyek atau dari obyek. Pertanyaan-pertanyaan inilah yang kemudian memunculkan teori-teori pengetahuan.
Dalam sejarah pemikiran filsafat, teori pengetahuan ini termasuk salahsatu cabang filsafat yang didalamnya dibicarakan masalah yang berkenaan dengan hakikat sumber, cara, dan prosedur memperolehnya ataupun yang menyangkut nilai pengetahuan itu sendiri. Dalam sejarah perkembangan filsafat socrates, plato, dan aristoteles sebagai tokoh tertua dalam perjalanan filsafat sebenarnya telah banyak mempersoalkan masalah pengetahuan ini, namun problem ini baru masuk dalam sistem tradisi filsafat barat melalui teori kritisisme yang dikemukan Immanuel Kant.
John Locke (1632-1704 M) seorang filsuf Inggris menyebutkan bahwa pengetahuan adalah bukti nyata realita manusia dalam mengisi kehidupannya dan karenanya mestilah pula mendapat tempat teratas dalam keseluruhan problematika dunia filsafat. Pada abad 17-19 M banyak filsuf yang mencurahkan perhatiannya pada bidang teori pengetahuan ini, terutama Berkeley, David Hume, dan Auguste Comte yang mengikuti langkah John Locke.
Muhammad Iqbal menyebutkan pula, bahwa pengetahuan sejati dapat diperoleh manusia dengan menggunakan kemampuan akal, indra, dan intuisinya. Hanya dengan jalan itu manusia memiliki Ilmu Pengetahuan yang akan menjadi wahana bagi perealisasian nilai-nilai spiritualnya.

1
B.  Tujuan Penyusunan Makalah
1.   Agar supaya pelajar/mahasiswa faham dan mengetahui dengan jelas apa hubungan pengetahuan (sains) dengan filsafat beserta kekurangan dan kelebihannya.
2.   Tujuan Utama adalah guna memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Pendidikan yang ditugaskan oleh Ibu Dra. Lilis Madyawati, M. Si
C.  Perumusan Masalah
Dapat dirumuskan meliputi, :
1.   Apakah pengertian sains (pengetahuan)?
2.   Apa saja bagian-bagian dalam bidang sains?
3.   Mengapa sains sangat dibutuhkan masyarakat?
4.   Apa kelebihan dan kekurangan sains?
D.  Batasan Masalah
Pembatasan masalah dalam makalah ini, yaitu :
1.   Definisi sains (pengetahuan)
2.   Karakteristik sains
3.   Ruang lingkup sains
4.   Kelebihan dan Kekurangan sains
E.   Sistematika Penyusunan Makalah
Halaman Judul
Motto
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Tujuan Penyusunan Makalah
C.     Perumusan Masalah
D.    Batasan masalah
E.     Sistematika Penyusunan Makalah
BAB II PEMBAHASAN
A.    Definisi sains (pengetahuan)
2
B.     Karakteristik sains
C.     Ruang lingkup sains
D.    Kelebihan dan Kekurangan sains
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA
















3
BAB II PEMBAHASAN
A.  Definisi sains (pengetahuan)
      Kata sains berasal dari bahasa latin “scientia” yang berarti pengetahuan, memandang dan mengamati keberadaan (eksistensi) alam ini sebagai obyek. Berdasarkan Webster New Collegiate Dictionary, definisi sains adalah pengetahuan yang diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian atau pengetahuan yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum-hukum alam yang terjadi, misalnya didapatkan, dibuktikan, melalui metode ilmiah. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, sains berarti :
1.      Ilmu teratur (sistematis) yang dapat diuji sebenarnya
2.      Ilmu yang berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (fisika, kimia, dan biologi)
      Sains pada prinsipnya merupakan suatu usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan common sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari dan dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode yang biasa dilakukan dalam penelitian ilmiah (observasi, eksperimen, survey, studi kasus dan lain-lain).
      Istilah common sense sering dianalogikan dengan good sense karena seseorang dapat menerima dengan baik. Jadi, kaitannya dengan sains beranjak dari common sense dari peristiwa sehari-hari yang dialami manusia namun terus dilanjutkan dengan suatu pemikiran yang logis dan teruji.
      Sains merupakan suatu metode berfikir secara obyektif. Tujuannya menggambarkan dan memberikan makanan pada dunia yang faktual. Sains adalah gambaran yang lengkap dan konsisten tentang berbagai fakta pengalaman dalam suatu hubungan yang mungkin paling sederhana (simple possible terms). Sains dalam hal ini merujuk kepada sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi dialam.
4
      Bahasa yang lebih sederhana, Sains adalah cara ilmu pengetahuan yang didapatkan dengan menggunakan metode tertentu . Sains dengan definisi diatas seringkali disebut sains murni, untuk membedakannya dengan sains terapan, yang merupakan aplikasi sains yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia, Ilmu sains biasanya diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
1.      Natural sains atau IPA
2.      Sosial sains atau IPS
      Berikut ini adalah contoh dari begitu banyak pembagian bidang-bidang sains, khususnya natural sains atau IPA.
1.      Biologi (biology) : Anatomi, biofisika, genetika, ekologi, fisiologi, taksonomi, virulogi, zoologi, dll.
2.      Kimia (chemistry) : Kimia analitik, elektrokimia, kimia polimer, thermokimia.
3.      Fisika (physic) : Astronomi, fisika nuklir, kinetika, dinamika, fisika material, optik, mekanika quantum, thermodinamika.
4.      Ilmu bumi (Earth Science) : Ilmu lingkungan, geodesi,  geologi, hydrologi, meteorologi, palaentologi, oceanografi.
B.  Karakteristik Sains
      Sejarah membuktikan bahwa dengan metode sains telah membawa manusia pada kemajuan dalam pengetahuan. Randall dan Buchker mengemukakan beberapa ciri umum sains :
1.      Hasil sains bersifat akumulatif dan merupakan milik bersama, artinya hasil sains yang lalu dapat digunakan untuk penyelidikan hal yang baru, dan tidak memonopoli. Setiap orang dapat memanfaatkan hasil penemuan orang lain.
2.      Hasil sains kebenarannya tidak mutlak dan bisa terjadi kekeliruan karena yang menyelidikinya adalah manusia.
3.      Sains bersifat obyektif, artinya prosedur kerja atau cara penggunaan metode sains tidak tergantung pada pemahaman secara pribadi.
      Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengemukakan ciri-ciri sains yaitu :
1.      Bersifat rasional (hasil dari proses berfikir dengan menggunakan rasio dan akal).
5
2.      Bersifat empiris (pengalaman oleh panca indera).
3.      Bersifat umum (hasil sains bisa digunakan oleh semua orang tanpa terkecuali).
4.      Bersifat akumulatif (hasil sains dapat dipergunakan untuk dijadikan obyek penelitian berikutnya).
C.  Ruang Lingkup Sains
      Konsepsi pelajar tentang sains sangat dipengaruhi oleh pandangan guru tentang sains. Secara sederhana sains dapat berarti sebagai tubuh pengetahuan (body of knowledge) yang muncul dari pengelompokan secara sistematis dari berbagai penemuan ilmiah sejak zaman dahulu, atau biasa disebut sains sebagai produk. Produk yang dimaksud adalah fakta-fakta, prinsip-prinsip, model-model, hukum-hukum alam, dan berbagai teori yang membentuk semesta pengetahuan ilmiah.
      Sains juga bisa berarti suatu metode khusus untuk memecahkan masalah, atau biasa disebut sains sebagai proses ini sudah terbukti ampuh memecahkan masalah ilmiah yang juga membuat sains terus berkembang dan merevisi berbagai pengetahuan yang sudah ada. Selain itu sains juga berarti suatu penemuan baru atau hal baru yang dapat digunakan setelah kita menyelesaikan permasalahan teknisnya, yang biasa disebut teknologi. Teknologi merupakan suatu sifat nyata dari aplikasi sains, suatu konsekuensi logis dari sains yang mempunyai kekuatan untuk melakukan sesuatu. Sehingga biasanya salahsatu definisi popular tentang sains termasuk juga teknologi didalamnya. Sejarah perkembangan sains menunjukkan bahwa sains berasal dari penggabungan dua tradisi tua, yaitu tradisi pemikiran filsafat yang dimulai oleh bangsa Yunani kuno serta tradisi keahlian atau ketrampilan tangan yang berkembang diawal peradaban manusia yang telah ada jauh sebelum tradisi pertama lahir. Filsafat memberikan sumbangan berbagai konsep dan ide terhadap sains sedangkan keahlian tangan memberinya berbagai alat untuk pengamatan alam. Sains modern bisa lahir dari perumusan metode ilmiah yang disumbangkan Rena Descartes yang menyodorkan logika rasional dan deduksi serta Francis Bac yang menekankan pentingnya eksperimen dan observasi.
      Sumbangan konsep dan ide dalam sains terbukti telah banyak mengubah pandangan manusia terhadap alam sekitarnya. Contoh yang paling terkenal adalah
6
teori relativitas dari Albert Einstein. Teori relativitas umum ini misalnya telah mengubah pandangan orang secara drastis akan sifat kepastian waktu serta sifat massa yang dianggap tetap.
Disamping kekuatan konsep dan ide, melalui kemampuan alat dan telitinya pengamatan, kegiatan sains juga terbukti menjadi pemicu berbagai revolusi ilmiah. Pengamatan bintang-bintang oleh Edwin Hubble melalui teleskop di Gunung Wilson pada tahun 1920-an misalnya, membawa implikasi seperti adanya galaksi lain selain Bimasakti dan adanya penciptaan alam semesta secara ilmiah dengan makin populernya teori ledakan besar (Big Bang).
Teori-teori dalam sains terus berkembang dengan pesatnya. Suatu teori adalah suatu konstruksi yang biasanya disebut secara logis dan matematis yang bertujuan untuk menjelaskan faktor ilmiah tentang alam sebagaimana adanya. Suatu teori yang baik harus mempunyai syarat lain selain dapat menjelaskan yaitu dapat memberikan adanya suatu prediksi contohnya dengan pertanyaan : Bila saya melakukan hal ini apa yang terjadi? Sebagai contoh, teori kuno yang menyatakan alam ini terdiri dari empat unsur yaitu : tanah, udara, api, dan air memenuhi syarat dapat menjelaskan komposisi alam, namun gagal bila mencoba memperkirakan darimana semua unsur itu berasal dan bagaimana interaksinya dalam makhluk hidup. Namun terkadang teori juga tidak bisa berbuat banyak karena konsekuensinya terlalu rumit bahkan untuk sekedar diramalkan. Untuk mengatasi hal ini para ilmuwan mengembangkan apa yang disebut dengan model. Model merupakan suatu penyederhanaan suatu teori yang menjelaskan alam semesta , misalnya secara lebih mudah akan satu aspek tertentu, namun menghilangkan aspek lainnya. Perkembangan teori atom memberikan kita contohnya tentang tentatifnya suatu teori dalam ilmu pengetahuan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini disebabkan karena teori-teori atau hukum-hukum alam dalam sains adalah suatu generalisasi atau ekstrapolasi dari pengamatan dan bukan pengamatan itu sendiri. Sedangkan pengamatan itu sendiri selalu tidak akurat atau tidak menjelaskan semua aspek yang seharusnya diamati. Apa yang dijelaskan dengan model atom Thomson contohnya hanya berdasar pengamatan dari percobaan sinar katoda saja. Model ini direvisi oleh Rutherford setelah dia membuktikan keberadaan inti, sehingga unsur ketidakpastian dan kerelatifan menjadi hal penting dalam Ilmu pengetahuan.
7
D.  Kelebihan dan Kekurangan Sains
1.      Kelebihan Sains, yaitu :
-Sains telah memberikan banyak sumbangannya bagi umat manusia, misalnya dalam perkembangan sains dan teknologi kedokteran, sains dan teknologi komunikasi dan informasi.
-Dengan sains dan teknologi memungkinkan manusia dapat bergerak atau bertindak dengan cermat dan tepat, efektif, dan efisien karena sains dan teknologi merupakan hasil kerja pengalaman observasi, eksperimen dan verifikasi.
2. Kelemahan Sains, yaitu :
            -Sains bersifat obyektif, menyampingkan penilaian yang bersifat subyektif. Sains menyampingkan tujuan hidup, sehingga dengan demikian sains dan tekhnologi tidak bisa dijadikan pembimbing bagi manusia dalam menjalani hidup ini.
-Sains membutuhkan pendamping dalam operasinya. Menurut Albert Einstein, “Sains tanpa agama lumpuh, dan agama tanpa sains adalah buta”. (Science without religion is lame, Region without sains is blind).
Manfaat Sains Untuk Kesejahteraan Umat
Diantara kelebihan sains adalah mempunyai peran dan manfaat bagi kesejahteraan umat didunia. Dalam kehidupan manusia, manfaat sains dibagi menjadi :
1.      Bioteknologi tradisional
2.      Bioteknologi modern
a.       Manfaat bioteknologi tradisional
1.   Aspek pertanian
Contoh bioteknologi tradisional dibidang pertanian misalnya, suatu tanaman jenis mustard alami yang diseleksi oleh manusia menghasilkan tanaman kolabri, brokoli, kubis, kembang kol ( Aryulina dkk, 2003 ).


8
2.   Aspek peternakan
Beberapa contoh bioteknologi tradisional dibidang peternakan, misalnya :
-         Domba ankon, yang merupakan domba berkaki pendek dan bengkok sebagai hasil mutasi alami.
-         Sapi jersey, yang diseleksi oleh manusia agar menghasilkan susu dengan kandungan krim lebih banyak.
3.   Aspek kesehatan
Beberapa contoh bioteknologi tradisional dibidang kesehatan, misalnya :
-         Antibiotik yang digunakan untuk pengobatan diisolasi dari jamur penicillium.
-         Vaksin, yang merupakan mikroorganisme atau bagian mikroorganismae yang toksinnya telah dimatikan, bermanfaat untuk meningkatkan imunitas.
4.   Aspek pangan
Beberapa contoh bioteknologi tradisional dibidang pangan, misalnya :
-         Tempe, dibuat dengan cara memfermentasikan kedelai dengan jamur rhizopus.
-         Kecap, dibuat dengan cara memfermentasikan campuran kedelai dan padi-padian ditambah garam dengan menggunakan jamur aspergillus bersama saccaromyces.
-         Oncom, dibuat dengan cara memfermentasikan bungkil kacang atau ampas kedelai dengan jamur neurospora sitophila.
-         Tape, dibuat dengan cara memfermentasikan singkong ataupun beras ketan dengan ragi.
b.      Manfaat bioteknologi modern
Bioteknologi modern mulai berkembang setelah penemuan struktur DNA sekitar tahun 1950, yang diikuti oleh penemuan-penemuan lainnya. Penemuan ekspresi gen, enzim pemotong DNA, keberhasilan menciptakan DNA rekombinan dengan menggabungkan DNA dari dua organism yang berbeda, cloning, dan kultur jaringan.
˃˃ Pemanfaatan Bioteknologi ˃˃
1.   Aspek pangan, misalnya :
-         Protein sel tunggal ( single cell protein )
Merupakan makanan kaya akan protein yang berasal dari mikroorganisme. Mikroorganisme yang biasanya digunakan adalah jamur, bakteri, ragi ataupun algae.

9

 Contohnya adalah protein sel tunggal dari fusarium graminearum, hifa jamur fusarium merupakan makanan yang sangat bergizi disebabkan sebagai mikroprotein. Selain itu protein sel tunggal adalah microalgae ( ganggang mikroskopis ) misalnya : chlorella ( ganggang hijau dan spirulina ( ganggang biru ).
-         Buah tomat hasil manipulasi genetic sehingga tahan lama, tidak cepat matang dan membusuk.
Dalam kehidupan umat manusia, sains memberikan pengaruh yang besar tidak hanya dalam bidang ekonomi, social, dan budaya tetapi juga pengaruh positif dan negative terhadap peradaban umat manusia. Beberapa pengaruh positifnya yaitu :
-         Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia dalam segala aspek kehidupan.
-         Pemanfaatan yang tepat dan lebih mudah dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi manusia.
-         Dapat memberikan pelayanan pada masyarakat.
-         Dapat memudahkan pekerjaan manusia.










10
BAB III PENUTUP

A.  Kesimpulan
Sains merupakan suatu usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan common sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari dan dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode yang biasa dilakukan dalam  penelitian ilmiah ( observasi, eksperimen, survey, studi kasus, dll).
Konsep pelajar tentang sains sangat dipengaruhi oleh pandangan guru tentang sains, secara sederhana sains dapat berarti sebagai tubuh pengetahuan (body of knowledge) yang muncul dari pengelompokan secara sistematis dari berbagai penemuan ilmiah sejak zaman dahulu. Ada beberapa kelemahan dan kelebihan sains yang dapat kita terima secara umum dan penting untuk difahami dan dimengerti.
B.  Saran
Kami menerima saran dan kritikan dari teman-teman mahasiswa untuk menambah makalah ini semakin bermanfaat dan memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan kami. Dan tak lupa, kami mohon kepada Dosen Penyaji materi untuk meluruskan dan memperjelas paparan makalah kami.













11
DAFTAR PUSTAKA

-       Buku materi pokok PGTK, Filsafat Pendidikan
-       Http : // www.google.com




























12















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar